Selasa, 07 Juli 2020

Lockdownnya Penerbit

                                          Bersama Pak Edi S. Mulyanta
Tak terasa malam ini sudah pembelajaran ke 16, dikiiiiiit lagi selesai yeeeaaa dung tak dung dung dung dung, setelah pertemuan ke 20 ga ada resume lagi, ga ada tugas lagi, tapi tetep menulis dong di blog atau media lain, kalau ga menulis yaaaah rugi sendirilah, dah dapat ilmu banyak di grup belajar menulis, niiih teman. Untuk penulis pemula seperti saya memang membutuhkan waktu yang enak untuk menulis, padahal hanya membuat resume hanya meringkas, tapi saya tuuuh ga bisa dipaksa, kalo memang belum gatel nih tangan untuk ngetik resume yah belum ngetik. Akhirnya malam ini sudah ga tahan nih jari untu membuat resume pembelajaran, okeeey kita mulai ya teman resumenya.
Nara sumber malam ini adalah Pak Edi dari penerbit Andi. Salah satu penyokong kami dalam belajar menulis dan untuk menerbitkan buku. Ternyata penerbit juga mengalami lockdown, sama halnya dengan bidang usaha ekonomi lainnya. Penerbitan adalah dunia bisnis yang tentunya pasti ada idealisme, yang dicari adalah keuntungan, penjualan buku adalah untuk bisnis penerbitan. Sementara outlet bisnis penerbitan buku adalah toko buku yang merupakan soko guru dari bisnis ini, maka wajar jika ketergantungan ini sudah menjadi ekosistem yang khas. Kondisi saat ini telah meluluhlantakkan semua bisnis, termasuk penerbitan yang terdampak cukup signifikan. Bahkan narsum menceritakan saat Presiden mengumumkan adanya corona di Indonesia, menjadikan semua lini kegiatan berhenti, laju bisnis yang berawal laju dengan gigi 5, mendadak harus ngerem dan mengganti ke gigi paling rendah yaitu 1, bahkan terkadang memarkirkan bisnis sementara waktu, sambil melihat kondisi. Yaaaaah betul Pak Edi, dari yang biasanya saya berangkat kerja pukul 05.30 lalu pulang pukul 15.00 WIB, ini tiba-tiba sejak tanggal 25 Maret, tidak keluar sama sekali, tidak melihat matahari, pandangan mata terbatas tembok dan tembok lagi, kita terkungkung yaaah terkungkung keadaan, yang pasti ada hikmah besar dibalik semua ini. Masih menurut narsum,bahkwa dengan berlakuknya PSBB toko buku andalan seperti gramedia harus memarkirkan bisnisnya disisi pit stop, artinya terhenti sama sekali, omzet akhirnya terjun bebas berkisar 80-90% penurunannya, omzet saya juga menurun pak, sama kita hehehehe.
Dengan tutupnya outlet, maka penerbit pun ikut terimbas hingga harus mereposisi bisnis kembali, hingga penulis buku yang telah memasukkan naskah ke penerbit menanti bersemi di toko bunga, ciaaaah kayak judul lagu cintaku bersemi kembali hahahahaaa.
Saat yang ditunggu pun akhirnya datang, yaaah akhirnya secercah sinar muncul, setelah beberapa daerah telah memetakan pandemi dengan baik, akhirnya mencoba untuk berani bergerak. Saat gramedia di bulan Juni Juli telah membuka gerainya hingga 80% di seluruh Indonesia, maka bergeraklah semangat penerbit untuk memulai new normal. Akhirnya penerbit pun mengambil kesempatan untuk mengisi pasar kembali, dengan memetakan buku-buku yang dapat dikembangkan dengan kondisi saat ini.
Dengar berbekal pengalaman, penerbit pun mengidentifikasi tema-tema yang update terutama mengenai virus corona, diberikan pada penulis-penulis yang sudah ada database penerbit. Sehingga penerbit pun dengan cepat mendapatkan bahan-bahan buku yang berkaitan dengan virus. Yang menjadi tantangan adalah kesiapan penulis itu sendiri karena bahan atau sumber rujukan yang masih belum tersedia dengan mudah.
Untuk buku pendidikan itu sendiri, tetap dipertahankan produksinya karena pendidikan mempunyai pasar tersendiri dan sangat stabil. Sementara untuk penulis sendiri seperti saya ciaaaaaah, menghayal bolehlah ya pak hehehhee, lanjut ke materi ya teman, penulis harus selalu siap dimana ada peluang yang tidak mungkin diperkirakan sebelumnya. Penulis yang siap menerima hal ini, adalah penulis yang selalu berlatih mengeluarkan bahasa lisan ke bahasa tulisan yang dapat dibaca oleh pembacanya, dengan terstruktur, tidak ada distorsi makna, dan lain sebagainya.
Naaah dalam wadah WAG yang dikelola Om Jay inilah merupakan latihan yang sangat luar biasa, selain untuk menyiapkan keahlian kita dalam mengungkapkan yang ada dalam pikiran kita ke dalam tulisan. Semuanya memang perlu latihan dan kemauan, menulis perlu latihan dan latihan perlu pengulangan, hingga kita akan semakin lihai dalam mengolah dan merangkai kata. Bahkan bakat bisa dibilang hanya 1% dan sisanya adalah kerja keras, tekun dan berlatih menulis. Blog merupakan jalur latihan dalam memulai menulis, karena di dalam blog tidak ada penolakan, seperti halnya penerbit.
Untuk penulis itu sendiri, harus bisa melihat sisi ekonomi dalam tulisan yang kita ajukan pada penerbit. Diantaranya dengan membiasakan melihat tema-tema yang diterbitkan penerbit, lihat juga buku-buku best sellernya yang biasa terpampang di toko buku. Bahkan dari pengalaman penerbit yang telah merencanakan buku best seller, pada akhirnya berakhir dengan mengecewakan. Bahkan berawal dari kisah penerbitan buku laskar pelangi, yang diawal penerbitan sangat mengecewakan, tapi dapat meledak karena word of mouth alias dari mulut ke mulut, dari satu komunitas ke komunitas lain, hingga muhammadiyah mengadakan muktamar dan terjadilah ledakan viral, menjadikan buku tersebut best seller.
Komunitas seperti WAG belajar menulis gelombang 12 inilah wahana yang baik dalam mengelola tulisan. Bisa jadi ini dapat menjadi angin segar menumbuhkan penulis-penulis baru,yang tidak mewek jika terjadi penolakan penerbit, tetap berkarya hingga menghasilkan tulisan, dengan karakter sendiri. Betuuul sekali Pak Edi, dengan komunitas ini semua hal yang berkaitan dengan menulis, terbantukan disini, adanya saling berbagi, serta hadirnya nara sumber, menambah lengkapnya menu menulis kita sebagai penulis pemula.
Akhirnya selesai juga resume pembelajaran ke 16 ini, terima kasih banyak Pak Edi atas berbagi kisah kasih sebagai penerbit, saya sebagai orang awam menjadi tahu, bagaimana suatu tulisan layak terbit atau pun tidak. Sekalipun itu bukan tujuan saya menjadi best seller dalam sebuah buku, saya tetap akan menulis walau tidak ditebitkan, tapi kalau terbit waaooouuuulah.

 
Penulis Pemula

16 komentar:

  1. Keren banget tulisanya..tampilannya pun oke.. Mantap bu 😊👍

    BalasHapus
  2. Semangat utk menghasilkan karya yg keren
    Sebuah bukuuuuuu.....

    BalasHapus
  3. Biar lambat asal selamat, tetap joss blog nya

    BalasHapus
  4. Tetap semangat pak

    https://suryanmasrin86.blogspot.com/2020/07/pandemi-dan-dunia-penerbitan.html

    BalasHapus
  5. Ya, Bu. Jangan pernah berhenti menulis selagi masih diberi kemudahan oleh Allah.

    BalasHapus
  6. Siip resumenya simple ,,,,semoga bisa istiqomah menulisnya meski kadang terlamabat resume sama dengan saya,,,,hehehe

    BalasHapus
  7. Kereeeen bangett... semangat selalu bu

    BalasHapus
  8. Keren Bu resumenya singkat dan jelas

    BalasHapus

👩🏻‍🏫 Tema 5 Bahasa Indonesia